Di Facebook

Tentang Kami

A.P.I AL FADHLUA.P.I AL FADHLU.Pondok Pesantren Asrama Pendidikan Islam Al Fadhlu adalah Pondok Pesantren yang masih menerapkan metode pendidikan ala salaf namun berpijak dan berprinsip pada "AL MUHAFAZHOTU 'ALAL QADIMISH SHALIH WAL AKHDZU BIL JADIDIL ASHLAH"(Dapat menerima budaya baru yang baik dan melestarikan budaya lama yang masih relevan) sebagai mottonya ......



AL FADHLU, A.P.I.
Pancuran,Kandangan,Bawen
50661 Semarang,Jateng
A.P.I AL FADHLU
alfadhu@gmail.com
P: (+62) 8813739848
Kontak Kami

Al fadhlu Blog Artikel

Belajar islam dan sufisme



Penyembuhan Kanker Dengan Shalat Tahajud

Sholat Tahajud ternyata tak hanya membuat seseorang
yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji
di sisi Allah (Qs  Al-Isra:79) tapi juga sangat
penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil
penelitian Dr. Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya,
salah satu shalat sunnah itu bisa membebaskan
seseorang dari serangan infeksi dan  penyakit kanker.
Tidak percaya? "Cobalah Anda rajin-rajin  sholat
tahajjud. Jika anda melakukannya secara rutin,
benar,khusuk, dan  ikhlas,  niscaya anda terbebas dari
infeksi dan kanker", ucap Sholeh. Ayah dua  anak  itu
bukan "tukang obat"  jalanan. Dia melontarkan
pernyataanya itu dalam desertasinya yang  berjudul
"Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan
Perubahan Respons ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu
Pendekatan siko-neuroimunologi". Dengan desertasi itu,
Sholeh berhasil meraih  gelar  doktor dalam bidang
ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana
Universitas  Surabaya, yang dipertahankannya Selasa
pekan lalu. Selama ini, menurut  Sholeh, tahajjud
dinilai hanya merupakanibadah salat tambahan atau
sholat  sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinu,
tepat gerakannya, khusuk  dan  ikhlas, secara medis
sholat itu menumbuhkan respons ketahanan tubuh
(imonologi) khususnya pada  imonoglobin M, G, A dan
limfosit-nya yang berupa persepsi dan  motivasi
positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu
untuk  menanggulangi masalah yang dihadapi. (coping).
Sholat tahajjud yang  dimaksudkan Sholeh bukan sekedar
menggugurkan status sholat yang muakkadah  (Sunah
mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi
rutinitas sholat,  ketepatan gerakan, kekhusukan, dan
keikhlasan. Selama ini, kata dia,  ulama  melihat
masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis.
Namun sebetulnya soal ini dapat  dibuktikan dengan
tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini
dipandang sebagai  misteri, dapat dibuktikan secara
kuantitatif melalui sekresi hormon  kortisol.
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan
kondisi  tubuh.
Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi
hari normalnya antara   38-690 nmol/liter. Sedang pada
malam hari-atau setelah pukul 24:00- normalnya antara
69-345 nmol/liter. "Kalau jumlah hormon kortisolnya
normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas
karena tertekan. Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya
menegaskan temuannya ini yang membantah  paradigma
lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata
dogma atau  doktrin.
DR. Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu
penelitian terhadap 41responden sisa SMU Luqman Hakim
Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa
itu, hanya 23 yang sanggup bertahan  menjalankan
sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji
lagi, tinggal  19  siswa yang bertahan sholat tahjjud
selama dua bulan.  Sholat dimulai pukul 02-00-3:30
sebanyak 11* rakaat, masing masing  dua  rakaat empat
kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon
kortisol  mereka diukur di tiga laboratorium di
Surabaya (paramita, Prodia  dan  Klinika) Hasilnya,
ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang  rajin
bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang
yang tidak  melakukan tahajjud.
Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajuud  memiliki
ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk
menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan
stabil. "jadi  sholat  tahajjud selain bernilai
ibadah, juga sekaligus sarat dengan  muatan
psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi.
Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif
dan coping  yang efectif, emosi yang positif dapat
menghindarkan seseorang dari stress,"
Nah, menurut DR. Sholeh, orang stress itu biasanya
rentan  sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi.
Dengan sholat tahjjud  yang dilakukan secara rutin dan
disertai perasaan ikhlas serta  tidak  terpaksa,
seseorang akan memiliki respons imun yang  baik, yang
kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi
dan  kanker.
Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan,
sholat  tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat
orang mempunyai  ketahanan  tubuh yang baik.
"Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan
Berkurbanlah", (Q.S Al-Kautsar:2) Sebuah bukti bahwa
keterbatasan otak manusia tidak  mampu mengetahui
semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang
diberikan oleh ALLAH kepadanya.
Haruskah kita menunggu untuk  bisa masuk diakal kita
???????  Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam
karena beberapa  keajaiban  yang di temuinya di dalam
penyelidikannya. Ia amat kagum dengan  penemuan
tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal
fikiran.
Dia  adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk
Islam dia amat yakin  pengobatan secara Islam dan oleh
sebab itu itu telah membuka sebuah klinik yang bernama
"Pengobatan Melalui Al Quran" Kajian  pengobatan
melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang
digunakan seperti  yang terdapat didalam Al-Quran.
Di antara berpuasa, madu, biji hitam  (Jadam)  dan
sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik
untuk  memeluk  Islam maka Doktor tersebut memberitahu
bahwa sewaktu kajian saraf  yang  dilakukan, terdapat
beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini  tidak
dimasuki oleh darah.
Padahal setiap inci otak manusia memerlukan  darah
yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.
Setelah  membuat  kajian yang memakan waktu akkhirnya
dia menemukan bahwa darah  tidak  akan memasuki urat
saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika
seseorang  tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud.
Urat tersebut memerlukan  darah  untuk beberapa saat
tertentu saja.
Ini artinya darah akan memasuki  bagian  urat tersebut
mengikut kadar sembahyang waktu yang di wajibkan oleh
Islam.
Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa
yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat
menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara
normal.
Oleh karena itu kejadian  manusia ini sebenarnya
adalah untuk menganut agama Islam  "sepenuhnya"
karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan
oleh Allah  dengan agamanya yang indah ini.
Kesimpulannya :  Makhluk Allah yang bergelar manusia
yang tidak bersembahyang  apalagi  lagi bukan yang
beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara
normal  tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan
mereka akan hilang  pertimbangan  di dalam membuat
keputusan secara normal.
Justru itu tidak heranlah  manusia  ini kadang-kadang
tidak segan-segan untuk melakukan hal hal yang
bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal
mereka mengetahui  perkara yang akan dilakukan
tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka
karena otak  tidak  bisa untuk mempertimbangkan secara
lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam
macam gejala-gejala sosial Masyarakat  saat ini.
"Anda ingin beramal shaleh...?
Tolong kirimkan  kepada  rekan-rekan muslim lainnya
yang anda kenal."
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf
dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang
yang beruntung. (QS. Ali Imran 104:105)



Judul : Penyembuhan Kanker Dengan Shalat Tahajud
Deskripsi : Sholat Tahajud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs  Al-Isra:79) t...
Author :
Author Rating :
4.5 / 5 Suara

Tentang Kami

author picture

A.P.I AL FADHLU : Asrama Pendidikan Islam Al Fadhlu adalah Pondok Pesantren yang masih menerapkan metode pendidikan ala salaf namun berpijak dan berprinsip pada "AL MUHAFAZHOTU 'ALAL QADIMISH SHALIH WAL AKHDZU BIL JADIDIL ASHLAH"(Dapat menerima budaya baru yang baik dan melestarikan budaya lama yang masih relevan) sebagai mottonya. Ikuti kami juga di G+ @ A.P.I AL FADHLU .

: 0 Tidak ada komentar ...

Poskan Komentar ANDA

Komentar Anda adalah bagian dari Shilaturrahim ... :-)